"Ini tantangan kita. Banyak maling di
mana-mana. Akhirnya kekayaan negara kita dirampok," seru Prabowo dalam
pidato tanpa teksnya di hadapan ribuan kader Gerindra di Stadion Gelora
Bung Karno, Jakarta, Minggu, (23/3).
Prabowo pun menyuruh masyarakat agar tidak
memilih pemimpin maupun partai yang tunduk pada kekuatan asing. Ia
mengklaim Gerindra adalah partai nasionalis yang tidak akan bertekuk
lutut terhadap kekuasaan bangsa asing.
"Kita boleh bersahabat dengan semua negara. Tapi jangan jadi kacung negara lain," kata Prabowo.
Prabowo juga mengaku sangat geram melihat
fenomena politik akhir-akhir ini. Menurut dia, muncul fenomena pemimpin
boleh berbohong, asal dilakukan secara santun. Karena itu, ia malah
dikritik pengamat politik ketika mengingatkan betapa bahayanya jika
seorang pemimpin sudah berbohong,
Karena sudah dikritik pengamat tidak boleh
lagi menjelekkan lawan politik, ia akhirnya menemukan jawaban untuk
mengingatkan rakyat. Caranya adalah dengan membuat sajak khusus agar
jangan sampai terjerumus dipimpin seorang yang terbukti pembohong.
"Jadi saya merasa aneh dan akhirnya saya
bikin sajak. Sajak saya ini, menjawab orang itu. Ada budaya politik
baru, budaya politik oleh bohong. Tanya Pak Kiai, berbohong itu baik
atau tidak?" kata Prabowo.
Berikut pantun karya Prabowo:
Asal Santun
Asal Santun
Boleh bohong, asal santun
Boleh nipu, asal santun
Boleh curi, asal santun
Boleh korupsi, asal santun
Boleh ingkar janji, asal santun
Boleh jual negeri, asal santun
Boleh menyerahkan kedaulatan bangsa, asal santun
Boleh nipu, asal santun
Boleh curi, asal santun
Boleh korupsi, asal santun
Boleh ingkar janji, asal santun
Boleh jual negeri, asal santun
Boleh menyerahkan kedaulatan bangsa, asal santun
"Ini budaya yang baik atau tidak baik?
Saudara mau punya pemimpin seperti itu?" ujar Prabowo. "Saya ingatkan,
jangan mau dipimpin Presiden boneka," tandasnya. (flo/jpnn/ syabab indonesia)


0 komentar:
Posting Komentar