NSA Blusukan Curi Data di Facebook, Angry Bird, Game Online Hingga Situs Porno
Sudah setahun terakhir, National Security Agency (NSA) disorot oleh
masyarakat dunia karena aksi mata-matanya di dunia maya. Semua jengkel
setelah Edward Snowden membeberkan kebiasan buruk badan intelejen
Amerika Serikat tersebut. Snowden yang dahulu adalah bagian dari NSA dan CIA kini telah membelot dan menjadi whistleblower. Data yang dia punya membeberkan segala upaya pemerintah AS untuk mendapatkan informasi, termasuk dengan memata-matai. Aksi
spionase tersebut dengan memaksa membobol informasi sensitif dari
pengguna internet. Konon, alat mata-mata NSA pun bisa melalui situs
jejaring sosial hingga game. Nah, apa saja cara dan upaya yang dilakukan NSA mencari informasi pribadi secara diam-diam? Berikut detikINET bongkar kotak pandora NSA, yang dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (19/3/2014).
1. Malware dan Facebook
Snowden mengatakan bahwa National Security Agency (NSA) memanfaatkan Facebook untuk kegiatan mata-matanya. Misi
yang menggunakan nama sandi TURBINE tersebut menjebak pengguna Facebook
di seluruh dunia dengan cara menyebarkan program jahat atau malware
dengan memanfaatkan situs jejaring sosial terbesar tersebut. Malware
khusus disebar oleh NSA dengan cara pengguna Facebook dikelabui
sehingga mengira masuk ke halaman Facebook asli, lalu komputer diretas
dan NSA mengambil data spesifik dari dalam hardisk. Kegiatan ini
kabarnya sudah dilakukan sejak empat tahun terakhir. Pengguna
yang sudah terjebak dengan malware buatan NSA tersebut dengan mudah
dimata-matai, sambil tak lupa diambil semua informasi pribadinya.
Diperkirakan malware yang disebarkan oleh NSA ini sudah menyebar dengan
jumlah sekitar 85 ribu hingga 100 ribu malware.
2. Angry Birds
Tak hanya lewat jalur komunikasi massal, badan intelejen AS itu juga
diisukan mencuri data pengguna melalui game mobile. Konon, Angry Birds
adalah salah satu yang dimanfaatkan NSA.
Seperti keterangan yang diungkap Edward Snowden, Angry Birds adalah salah satu game yang masuk kategori ‘leaky apps’.
Aplikasi jenis ini dimanfaatkan NSA dan sekutunya, GCHQ -- badan intelejen Inggris – untuk mencuri data pengguna melalui akses permission yang dimilikinya. Adapun celah permission yang dimanfaatkan NSA dikatakan lewat akses location sharing dan juga foto.
3. Intip Situs Porno
Dalam bocoran dokumen lainnya, NSA juga diduga mengintai kebiasaan akses pornografi.
Namun
tidak semua orang menjadi target NSA dalam pengintaian akses porno ini.
Menurut media Huffington Post, NSA mengintai aktivitas porno di
internet untuk menjatuhkan nama baik mereka yang diduga sebagai teroris.
Dalam
rencana NSA, jika para target yang diintai ketahuan suka mengakses
pornografi, maka akan dipublikasikan. Diharapkan, publikasi tersebut
akan menjatuhkan nama target dan mempermalukan mereka.
4. Melalui GPS Ponsel
NSA pun dilaporkan telah mengumpulkan 5 miliar catatan lokasi pengguna
ponsel di seluruh dunia mengacu pada GPS (global positioning satellite).
Alhasil, badan keamanan nasional AS ini bisa dibilang semakin kepo mengintai seluruh pengguna ponsel yang ada di dunia. Indonesia mungkin salah satunya.
Seperti
program PRISM yang membuat heboh beberapa waktu lalu, pengumpulan
lokasi pengguna ponsel ini dikoleksi NSA secara subtansial kepada
siapapun orang yang ingin diintai.
Dari bocoran dokumen Edward
Snowden yang dipublikasikan, program ini dapat menemukan ponsel di mana
saja di dunia, menelusuri kembali gerakan mereka, dan mengekspos
hubungan tersembunyi antara individu-individu di antara mereka.
"Kemampuan
untuk menelusuri gerakan seseorang melalui pemetaan GPS mampu
memberikan kemampuan menakjubkan untuk memetakan seluruh kehidupan orang
itu,” kata mantan intelejen tersebut.
5. Kinect
Microsoft Kinect diklaim bakal memperkaya pengalaman bermain para
pemilik Xbox karena kemampuannya mengenali wajah. Tapi ada anggapan
bahwa fitur itu sebenarnya adalah alat pengintai National Security
Agency (NSA).
Edward Snowden mengatakan bahwa Microsoft, Apple
dan Google merupakan tiga perusahaan yang paling besar menyetor data ke
pemerintah AS. Dan karena kemampuannya mengenali wajah, maka Kinect
menjadi alat yang paling efisien bagi NSA.
Peter Schaar,
komisaris untuk perlindungan data dan kebebasan informasi di Jerman
setuju dengan tudingan itu. Bahkan ia mengaku seluruh data dirinya sudah
direkam Xbox.
"Xbox terus mencatat semua data personal saya.
Alat tersebut merekam, dan mempelajari semua reaksi dan emosi saya.
Kemudian data tersebut diolah untuk diteruskan kepada pihak ketiga,"
klaim Schaar,
6. Game Online
Isu lain yang bergulir adalah, agen spionase juga kerap menyamar sebagai
tokoh fantasi dalam game online yang sering dimainkan banyak orang. Hal
ini untuk memburu tersangka terorisme yang menjadi target mereka.
Karakter
seperti peri, orc atau karakter fiktif lainnya yang biasa dimainkan
dalam permainan World of Warcraft bisa jadi mata-mata AS dan Inggris
yang ada di belakangnya. Demikian menurut dokumen rahasia yang
dibocorkan Edward Snowden seperti dirilis oleh ProPublica, The Guardian,
dan New York Times.
Ada indikasi juga bahwa para agen intelijen
berada di balik karakter permainan tembak online yang dimainkan secara
multiplayer, terutama dalam komunitas Microsoft Xbox Live.
"GVEs
(games and virtual environments) bisa menjadi kesempatan!" demikian
bunyi dokumen rahasia milik National Security Agency (NSA).
Kita
tahu bahwa teroris juga menggunakan internet sebagai media komunikasi
untuk tujuan operasional, seperti melalui email, VoIP, chat, proxies,
dan forum internet, dan tampaknya mereka sangat mungkin memanfaatkan
fitur komunikasi yang ada pada permainan virtual," imbuh dokumen
tersebut.
Laporan tersebut menggambarkan dunia game online
sebagai tempat pertemuan privat dari kelompok-kelompok teroris yang
merencanakan aksi atau pelatihan.
Dokumen tersebut mencontohkan
permainan menembak 'America's Army' yang biasa dimainkan personel
militer AS dan bahkan digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan
calon-calon anggota militer.
Kemudian juga kiprah Hizbullah yang
menciptakan permainan menembak untuk merekrut dan melatih anggotanya.
Tujuan akhir permainan tersebut bukanlah menang dengan menyelesaikan
semua misi yang ada, namun bagaimana menjadi pelaku bunuh diri atau
martir.()
0 komentar:
Posting Komentar