728x90 AdSpace

  • Hot News

    Minggu, 30 Maret 2014

    Guru Besar Ekonomi kritik Penjualan Aset Negara di Era Megawati

     

    Penjualan Aset Negara di Era Megawati Dikritik



    JAKARTA - Kritik terhadap kinerja pemerintahan masa lalu kembali dilontarkan. Kebijakan mantan Presiden RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menjual aset negara dengan alasan APBN saat itu tengah defisit dinilai tidak tepat.

    Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia, Taufik Bahauddin, mengatakan, ihwal penjualan Indosat itu mengingatkan perbincangan dirinya dengan seorang pemikir.

    "Di mana sang pemikir tersebut berpendapat bahwa di era globalisasi, tidak perlu repot-repot soal siapa pemiliknya yang penting rakyat banyak bisa menikmati hasilnya," kata Taufik, Minggu (30/3/2014).

    Taufik mengaku punya argumentasi yang berbeda lantaran menurutnya, argumen yang dikatakan pemikir tersebut berseberangan dengan semangat nasionalis yang selama ini diusung PDIP.

    "Hampir saya jawab, kenapa Republik Indonesia ini tidak dikontrakkan saja? Yang penting rakyat perutnya kenyang. Jadi ada niat yang berseberangan dengan nasionalisme. Ini salah satu contoh," ulasnya.

    Sekadar diketahui, saat berkampanye di Cisarua Bogor, bakal capres PDIP Jokowi menyatakan bahwa perlu dilihat konteks pada saat Megawati masih menjabat sebagai Presiden. Menurutnya penjualan terhadap aset negara, salah satunya Indosat, untuk menutupi APBN yang minus.

    "Dilihat konteks saat itu, bukan sekarang. Konteks itu ada APBN yang harus ditutup. Jangan lihat saat yang semangat sulit terus mencari jalan keluar," kata Jokowi.
    (sus/okezone.com/ syabab indonesia)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Guru Besar Ekonomi kritik Penjualan Aset Negara di Era Megawati Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top