
PEKANBARU-- Kualitas
udara di Kota Pekanbaru dan Dumai sangat parah. Bahkan, Dinas Kesehatan
Provinsi Riau menilai udara sudah sangat tidak sehat dan berbahaya bagi
masyarakat.
‘’Melihat dari kondisi udara memang sudah
tidak layak huni. Artinya, sudah tidak sehat dan sangat berbahaya bagi
kesehatan,’’ tegas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin
kepada Riau Pos (Grup JPNN) di Pekanbaru.
Saat ditanyakan mengenai indikator udara
yang tidak layak huni tersebut, dia mencontohkan dengan semakin
meningkatnya angka penderita dampak negatif kabut asap tersebut.
Hingga saat ini terdata 53.553 warga di
Provinsi Riau terkena berbagai penyakit akibat bencana kabut asap.
Paling banyak, masyarakat terserang penyakit infeksi saluran pernafasan
akut (ISPA).
‘’Ada 46.867 masyarakat yang terkena
penyakit ISPA. Masyarakat Kota Pekanbaru paling banyak menderita ISPA
yakni mencapai 11.798 orang. Kemudian Kabupaten Rokan Hilir yang
penderita ISPA-nya sebanyak 7.934 orang. Diikuti Kabupaten Bengkalis,
sebanyak 5.810 orang dan Kota Dumai 3.839 orang,’’ tuturnya.
Sedangkan untuk penderita penyakit kulit
di Riau mencapai 2.376 orang. Penderita penyakit pneumonia sebanyak 881
orang, penderita penyakit mata sebanyak 1.658 orang dan penderita
penyakit asma sebanyak 1.771 orang.
Kondisi itu dikhawatirkan akan mengalami
peningkatan jika kualitas udara masih memperlihatkan standarisasi
berbahaya. Untuk itu, langkah antisipasi dan penanganan dengan
mengurangi aktivitas di luar menjadi salah satu solusi menekan angka
penyakit tersebut.
Disinggung mengenai rencana diungsikannya
masyarakat Riau ke daerah lain, dia menilai hal tersebut perlu dengan
pengkajian yang matang. Hal itu, menurutnya akan dibahas bersama
pihak-pihak terkait yang berkompeten di bidangnya. ‘’Sudah boleh
mengungsi atau tidak itu kewenangan Pemprov.’’ imbuh Zainal. (egp/jpnn.com/ syabab indonesia)

0 komentar:
Posting Komentar