![]() |
| ilustrasi sekolah rusak |
JAKARTA--Sebanyak 503
bangunan sekolah negeri di Jakarta dalam kondisi rusak. Hal ini cukup
memprihatinkan, mengingat Jakarta sebagai ibu kota negara. "Pemprov DKI
Jakarta seharusnya memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini,"
ujar Firmansyah, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta bidang pendidikan,
Senin (4/11).
Firman mengatakan, dengan anggaran
mencapai 6,72 triliun, Dinas Pendidikan harusnya bisa cepat merespon.
Karena gedung sekolah yang merupakan sarana pendidikan, merupaklan
faktor penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan para siswa di ibu
kota. "Kami mendesak gedung sekolah yang rusak segera diperbaikin,"
desaknya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI
Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengakui ratusan bangunan gedung sekolah di
Jakarta sudah tidak layak lagi digunakan sebagai kegiatan belajar
mengajar. Taufik merinci, dari total jumlah sekolah negeri di Jakarta
sebanyak 1.708, sejumlah 503 bangunan dalam keadaan rusak. Rinciannya,
sebanyak 112 sekolah perlu direhabilitasi total, 309 sekolah memerlukan
rehabilitasi berat dan 82 gedung sekolah perlu direhabiltasi sedang.
Sementara itu 885 sekolah sisanya berada dalam kondisi yang baik.
"Jumlah bangunan sekolah itu merupakan jumlah gabungan dari gedung SD, SMP, SMA, dan SMK," terangnya.
Dijelaskan Taufik, dari sekian banyak
gedung yang kondisinya tidak layak itu, paling banyak merupakan gedung
Sekolah Dasar (SD) Negeri. Hal itu disebabkan, banyak bangunan SD sudah
berumur cukup tua, karena dibangun sejak 10-20 tahun yang lalu.
"Rehabilitasi kami lakukan bukan karena
faktor usia saja, melainkan juga untuk peningkatan kapasitas gedung
sekolah. Serta pembangunan sekolah yang berada di kawasan rawan banjir,"
tuturnya.
Seperti diketahui, saat ini Dinas
Pendidikan DKI Jakarta tengah menjadi sorotan. Hal tersebut setelah
penemuan anggaran siluman oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan
(BPKP), di dinas tersebut. Anggaran siluman yang tak bertuan itu
jumlahnya cukup pantastis, karena mencapai ratusan miliar rupiah. (wok) jpnn.com


0 komentar:
Posting Komentar