
JAKARTA - Nama Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tercantum dalam hasil sadapan Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap pengurusan
kegiatan di SKK Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.
Memang dalam sadapan itu tidak menyebut
langsung nama SBY. Tapi disebut dengan sandi "RI 1". Rekaman sadapan itu
tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Deviardi alias Ardi,
tersangka kasus dugaan suap di lingkungan SKK Migas.
Pembicaraan dilakukan antara Direktur
KOPL Singapura Widodo Ratanachaitong dengan Ardi. Dalam BAP-nya, Ardi
menjelaskan tujuh poin terkait pembicaraannya.
Pertama, Widodo menyampaikan kepada Ardi
bahwa pada 10 Juli 2013 pagi anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai
Demokrat Tri Yulianto sudah ke kantor mantan Kepala SKK Migas Rudi
Rubiandini. "Pak Tri menemui Pak Rudi Rubiandini pada jam 8 pagi," kata
Ardi.
Kemudian, Widodo menyampaikan kepada
Ardi bahwa Tri ingin bermain bisnis minyak dan ada perusahaan yang akan
dibawanya. Perusahaan Tri tergabung dengan Widodo.
"Pak Widodo juga menjelaskan ke saya
bahwa Pak Tri Yulianto adalah Partai Demokrat yang dekat dengan RI 1,
dan terkait hal ini saya tidak mengetahuinya. Karena Widodo yang
menceritakan kepada saya bahwa yang bersangkutan dekat dengan RI 1,"
kata Ardi.
Widodo juga menyampaikan ketika bertemu
dengan Rudi, ia sudah mengkonfirmasi dan menanyakan kepada Rudi
bagaimana sebenarnya Tri. Ardi menyatakan, berdasarkan penilain Rudi,
Tri adalah orang yang baik dan suka menolong.
Kemudian kepada Widodo, Ardi
menyampaikan bahwa Simon sudah menelponnya dan membicarakan tentang
Parsel. Widodo pun menyampaikan terkait lebaran Simon ditugaskan banyak
hal.
Ardi menjelaskan, Widodo memintanya memfasilitasi pertemuan buka puasa bersama dengan Rudi ketika hari kedua puasa.
Selain itu, Widodo juga menyampaikan
dalam pembicaraan yang disadap KPK itu bahwa yang bersangkutan tidak ke
Jakarta kalau tidak dipanggil Rudi.
Sebelumnya, Ardi mengatakan, Widodo
pernah bercerita mempunyai jaringan sampai ke istana, DPR dan Dipo Alam.
Hal itu tercantum dalam BAP milik Ardi yang dibacakan majelis hakim.
"Ini diberita acara saudara ini ada
pembicaraan saksi dengan Widodo intinya, bahwa benar pak Rudi
berhubungan dengan Pak Widodo cum laude Australia dan beliau punya 7
perusahaan minyak di luar negeri semuanya. Bahwa Widodo punya jaringan
sampai ke istana, DPR dan Dipo Alam," kata Hakim Joko membacakan BAP
milik Ardi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (28/11).
Ardi menjelaskan pernyataan yang
disampaikannya adalah pernyataan Widodo ketika mereka bertemu di
Singapura. "Oh iya itu pas ketemuan di Singapura Widodo menyampaikan ke
saya seperti itu. Setelah itu saya lapor ke Rudi," ujar Ardi.() jpnn.com/ syabab indonesia
0 komentar:
Posting Komentar