728x90 AdSpace

  • Hot News

    Selasa, 29 Oktober 2013

    Tanggung Jawab Intelektual Muslim Membangun Peradaban Islam

    Bogor-- Dalam rangka menyatukan langkah yang sama bagi para intelektual muslim menjelang forum Jakarta International Conference of Muslim Intellectual (JICMI) yang akan dilaksanakan pada 14-15 Desember 2013 mendatang. Lajnah Khusus Intelektual Hizbut Tahrir Indonesia DPD 2 Kabupaten Bogor mengadakan Moslem Intellectual Circle (MIC) dengan tema “Peran dan Tanggung Jawab Intelektual Muslim dalam Perubahan Masyarakat” di Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan kampus IPB, Ahad 27/10/2013 dengan pembicara Prof. Dr.Ing. Fahmi Amhar (professor riset Badan Informasi Geospasial) dan dimoderatori oleh Dr. Eko Rudi (Dosen IPB).
    Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 dihadiri lebih kurang 200 peserta intelektual muslim yang terdiri dari dosen, peneliti, mahasiswa pascasarjana dan beberapa orang guru besar perguruan tinggi. Para peserta sangat antusias mengikuti acara ini. Dalam acara MIC tersebut, para peserta diberi penjelasan tentang apa dan bagaimana peran & tanggung jawab intelektual muslim dalam melakukan perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik.
    Mengingat belum lama ini banyak berbagai kejadian yang memprihatinkan contohnya seperti kasus korupsi yang terungkap di Mahkamah Konstitusi yang pelakunya dari kalangan berpendidikan, bukan tidak mungkin masih ada fenomena korupsi lainnya yang masih belum terungkap. Ini bukti akibat sistem yang diterapkan rusak sehingga perlu gerakan bersama khususnya dari kalangan intelektual untuk menyeru kebenaran dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
    Pembicara Prof. Fahmi mengungkapkan bahwa “Buruknya masyarakat tergantung buruknya pemimpin sedangkan buruk atau rusaknya pemimpin disebabkan buruk/rusaknya intelektual, intelektual rusak disebabkan penyakit wahn yakni cinta dunia, takut mati”. Intelektual merupakan ulama yang peduli, tugas utamanya memberikan peringatan karena itu intelektual punya tanggung jawab dalam memberikan perubahan. Ujarnya
    Menurut beliau setidaknya ada 3 motivasi pada diri manusia yakni motivasi karena takut (sifat motivasi ini rendah), motivasi karena diberi kesenangan (motivasi ini tidak bermutu) dan motivasi karena pengetahuan atau keyakinan. Dari ketiga motivasi tersebut motivasi karena pengetahuan/keyakinan yang seharusnya dimiliki para intelektual muslim sehingga motivasinya kuat dan terdorong melakukan perubahan.
    Kaum intelektual muslim sudah saatnya menyadari bahwa Identitas muslim menunjukkan keyakinan, jalan hidup dan tanggung jawab. Kesadaran yang mendalam akan alam semesta, diri/manusia dan kehidupan alam sebelum dan sesudah dunia telah menjadi jalan keimanan kita, Inilah Aqidah Islam! paparnya.
    Selain itu aqidah Islam sebagai prinsip hidup akan melahirkan kekuatan ruhiyah sehingga akan menghasilkan pribadi kuat menjadi umat terbaik dan peradaban emas.
    Kehidupan di dunia ini sangatlah singkat. Bila Kehidupan kita di dunia selama 70 tahun, maka bila dibandingkan dengan relativitas waktu di akhirat adalah sangat singkat yaitu selama 0,0014 hari = 2 menit 1 detik, karena itu perlu menjadi manusia cerdas dengan melakukan amalan-amalan tertinggi. Sebagai seorang intelektual muslim tentu kita tidak bisa tinggal diam menyaksikan banyaknya problem yang menimpa umat Islam, perlu ada daya dan upaya untuk memberikan solusinya di kehidupan dunia yang singkat ini.
    Dengan demikian sesungguhnya, sudah banyak peran yang telah disumbangkan oleh intelektual muslim untuk menyelesaikan problem umat Islam ini. Namun, mengapa problem umat Islam seperti di bidang ekonomi (kemiskinan), politik (umat islam terpecah belah), sosial (kerusakan akhlak), pendidikan (materialism), teknologi (menjadi konsumen), hukum (tidak ada kepastian), budaya (pembaratan) dan agama (sinkretisme) sampai saat ini belum terselesaikan juga?. Bila disimpulkan Ternyata, berbagai upaya yang telah diupayakan intelektual muslim saat ini masih belum menyelesaikan masalah umat. Setiap upaya yang dilakukan seperti masuk ke dalam lingkaran setan, yang seakan tak berujung pangkal. Lantas, apa yang seharusnya diupayakan oleh para intelektual muslim?. Imbuhnya.
    Maka seharusnya Inilah saatnya bagi kita untuk memutus lingkaran setan itu. Intelektual Muslim perlu untuk menyatukan visi dan misi-nya, untuk duduk bersama menyelesaikan problematika umat tersebut tentunya berdasarkan solusi Islam. Dengan demikian adanya kegiatan forum JICMI diharapkan dapat menyatukan langkah yang sama di bawah bimbingan al-qur’an dan as-sunnah.
    Para peserta tampak antusias dalam acara tersebut. Kemudian acara ditutup dengan diskusi tanya jawab dan doa penutup.[]MI HTI Kab. Bogor/ hti press/ syindo

    Pembicara memaparkan materi di hadapan peserta
    Pembicara MIC Prof. Fahmi Amhar



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Tanggung Jawab Intelektual Muslim Membangun Peradaban Islam Rating: 5 Reviewed By: Anonim
    Scroll to Top