
Latar Belakang
Dalam
kurun satu dasawarsa terakhir politik dan ekonomi dunia mengalami
turbulensi. Krisis hipotek perumahan di Amerika Serikat telah
berlangsung berlarut-larut dan berkembang menjadi krisis finansial
global yang meruntuhkan korporasi-korporasi raksasa dunia. Kondisi ini
disusul oleh krisis utang sejumlah negara di Eropa. Tingginya rasio
utang terhadap GDP (Per 2010, Yunani 142,8%, Italia 119%, dan Irlandia
96,2%) mengakibatkan negara-negara tersebut terancam bangkrut. Mereka
mencoba membayar utang dengan menerbitkan utang baru, namun kepercayaan
investor melemah sehingga biaya (bunga) untuk menerbitkan utang baru pun
semakin mahal. Dampak turunannya, pengangguran meningkat dan
pertumbuhan ekonomi di negara-negara tersebut merosot. Berbagai upaya
telah dilakukan namun pemulihan ekonomi yang diharapkan tak kunjung
terjadi. Semua ini menunjukan bahwa kapitalisme global sedang menuju
keruntuhannya.
Di kala Amerika dan Eropa tengah mengalami kemerosotan, China nampak bangkit untuk mengambil peran lebih besar dalam ekonomi dunia dengan mempertahankan pertumbuhan di atas 8 persen setiap tahun. Lalu, dimana kah posisi negeri-negeri muslim saat ini dalam konstelasi politik dan ekonomi dunia?
Di saat yang sama, negeri-negeri muslim di Timur Tengah mengalami perubahan politik besar-besaran. Arab spring telah menumbangkan para diktator di negara-negara tersebut secara bergelombang, dimulai dari Tunisia, menjalar ke Yaman, Libya, Mesir, hingga Syiria. Ini merupakan sebuah awal yang baik bagi munculnya sebuah harapan di negeri-negeri tersebut. Namun hingga saat ini belum terlihat jelas ke arah manakah perubahan tadi berjalan. Apakah revolusi arab hanya menjadi momen untuk mengganti rezim atau kah diikuti oleh perubahan sistem yang memberi perhatian memadai terhadap kedaulatan ekonomi dan militer? Peristiwa kudeta militer atas pemerintahan baru di Mesir baru-baru ini menunjukkan bahwa demokrasi sebagai hasil revolusi tidak efektif mewujudkan perubahan sistemik di negara tersebut.
Sementara itu, indonesia sendiri sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia masih terbelit dengan persoalan ekonomi. Meskipun negeri ini tumbuh 6.3 persen setahun dengan GDP terbesar di kawasan asia tenggara namun demikian kesenjangan dalam distribusi kesejahteraan yang terjadi saat ini mencapai rekor tertinggi dalam satu dasawarsa terakhir. Bila tak ada perubahan signifikan dalam arah politik dan ekonomi, kondisi ini dapat menjadi sebuah bom waktu di masa datang mengingat tanda-tanda ke arah sana telah terlihat, diantaranya adalah lonjakan angka kriminalitas dan konflik sosial.
Dalam konstelasi politik dan ekonomi dunia yang demikian, diskusi mengenai sistem dan peradaban alternatif untuk menggantikan kapitalisme global yang tengah runtuh menemukan relevansinya. Perubahan yang terjadi dibanyak negara, khususnya di negeri-negeri muslim telah memberi peluang bagi munculnya sistem peradaban baru. Khilafah Islam pun mengemuka menjadi sebuah model negara yang patut diperhitungkan sebagai sebuah jalan keluar bagi ruwetnya persoalan di negeri-negeri muslim. Secara historis maupun empris model negara ini pernah ada dan telah terbukti mengantarkan umat islam meraih predikat umat terbaik yang mengukir peradaban emas dalam sejarah umat manusia.
Sebagai sebuah entitas pemikiran yang mengemban tanggung jawab dakwah, Hizbut tahrir Indonesia menganggap penting dan strategis upaya untuk mengelaborasi solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi negeri-negeri muslim di tengah perubahan konstelasi politik dan ekonomi global. Oleh karena itu, HTI mengambil inisiatif untuk memfasilitasi sebuah konferensi internasional yang melibatkan intelektual muslim, baik dalam maupun luar negeri untuk mendiskusikan isu-isu tersebut serta merumuskan peran dan tanggung jawab intelektual muslim dalam mewujudkan kembali peradaban Islam.
Tujuan
Konferensi ini bertujuan untuk
“The end of capitalism and the prospects of Islamic civilization under Khilafah”
Waktu dan Tempat
Hari pertama konferensi dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Desember 2013 di Wisma Makara Universitas Indonesia, Depok.
Sedangkan Hari kedua dilaksanakan pada hari Ahad, 15 Desember 2013 di Convention Hall SMESCO, Jl. Gatot Subroto Kav. 94 Jakarta Selatan.
Jamal D. Harwood adalah
Analis Ekonomi yang memiliki pengalaman selama 25 tahun bekerja di
sektor keuangan (JP Morgan dan Credit Suisse) dan sebagai konsultan
manajemen. Saat ini beliau mengajar mengenai Keuangan (program MBA) di
University of Wales, Inggris. Beliau telah banyak berbicara mengenai
isu-isu ekonomi, hubungan internasional, politik dan Islam. Beliau
pernah menjadi pembicara di Oxford Union pada tahun 2007 dan konferensi
tentang krisis keuangan internasional di Khartoum, Sudan pada tahun 2009
dan di Beirut, Lebanon pada akhir tahun yang sama. Beliau telah
terlibat dalam diskusi publik dan dialog dengan mantan Kanselir Norman
Lamont, Jaksa Agung Inggris Dominic Greive MP, Jim O’Neill (Direktur
Goldman Sachs Asset Management), Peter Rodman (mantan Asisten Menteri
Pertahanan Inggris), Matt Frei (sebelumnya bekerja di BBC dan saat ini
bekerja di Channel 4 News), David Smith (Editor Ekonomi dari The Sunday
Times) dan kolumnis AS Jonah Goldberg. Tulisan beliau telah dimuat di
majalah Time dan sering menjadi komentator mengenai krisis keuangan
global di berbagai media Inggris. Beliau juga sering berbicara mengenai
harga minyak dan masalah energi serta tampil dalam acara tetap di Islam
Channel dan Press TV Inggris.
Dr. Reza Pankhurst
adalah seorang cendekiawan politik dan sejarawan, dengan spesialisasi
Timur Tengah dan gerakan-gerakan Islam. Beliau sebelumnya adalah seorang
tahanan politik pada rezim Mubarak karena keanggotaannya dalam Hizbut
Tahrir. Kasusnya diadopsi oleh Amnesty International dan dibahas secara
luas di media. Beliau dibebaskan pada bulan Maret 2006, dan sekembalinya
ke Inggris memasuki dunia akademis. Pada tahun 2007, dia menyelesaikan
gelar Master dalam bidang Sejarah Hubungan Internasional dengan nilai
sangat memuaskan di London School of Economics. Beliau mendapat gelar
PhD dari London School of Economics dan Political Science pada tahun
2011. Buku beliau yang monumental yaitu The Inevitable Caliphate
diterbitkan pada bulan Juni, 2013 oleh Hurst & Oxford University
Press.
Prof. Dr.-Ing. H. Fahmi Amhar Professor
Riset bidang Sistem Informasi Spasial di Badan Koordinasi Survei &
Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL), yang sekarang bernama Badan Informasi
Geospasial (BIG). Fahmi tercatat sebagai professor riset termuda yang
pernah dikukuhkan di Indonesia. Fahmi sudah melanglang ke 34 provinsi di
Indonesia dan ke 35 negara di 5 benua, dan mempublikasikan tidak kurang
dari 10 buku, 100 tulisan ilmiah, 300 tulisan populer, beberapa DVD dan
sejumlah software. Tulisan-tulisan ilmiahnya fokus pada hasil
penelitiannya dan pengalamannya dalam mensukseskan berbagai pekerjaan
besar seputar informasi spasial dan mencakup berbagai jenis persoalan,
seperti standardisasi & otomatisasi pemetaan digital, citra satelit
penginderaan jauh, astronomi-geodesy, penataan ruang, manajemen bencana,
penegasan batas, ekonomi spasial, perundang-undangan geospasial hingga
riset dan inovasi spasial. Fahmi juga mengajar sebagai dosen luar biasa
di berbagai kampus, seperti Universitas Paramadina, Universitas
Muhammadiyah, Institut Pertanian Bogor, Universitas Ibnu Khaldun Bogor,
Universitas Diponegoro, Universitas Pertahanan dan kini sedang membangun
lembaga training TSQ – Technoscience Spirituality Quotient, sebuah
training untuk melejitkan kreativitias ilmiah berbasis spiritual.
Dr. Muhammad Rahmat Kurnia adalah
Doktor bidang Biostatistic & Aquatic Modelling dan saat ini menjadi
Dosen di Institut Pertanian Bogor. Beliau mengajar S1 di Departemen
Manajemen Sumberdaya Perairan, mengajar pascasarjana S2 dan S3 di
program studi (PS) Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan, PS
Pengelolaan Sumberdaya Perairan, dan PS Pengelolaan Sumberdaya
Lingkungan. Beberapa buku karya beliau diantaranya: 1. Perancangan
Percobaan, 2. Pemodelan Ekosistem dan Sumberdaya Perairan, 3. Analisis
Multifaktor untuk Pengelolaan Perairan. Beliau juga menulis di beberapa
Jurnal. Beliau belajar Islam di Pesantren Al Mishbah Bandung dan
Pesantren Al-Azhhar
Bogor. Beliau menulis beberapa buku Islam diantaranya : Menjadi Pembela
Islam; Mereformasi Diri dengan Tauhid; Kritik Ringkas Islam Liberal;
Prinsip-Prinsip Memahami Al Quran dan Hadits; Menjadi Politisi
Transformatif; Meraih Kemenangan Ramadhan; Renungan Kehidupan; Berpikir
Dewasa; Memekarkan Kemesraan Keluarga; Meraih Kekhusyuan Shalat; dan
Fikih Cinta. Posisi di Hizbut Tahrir Indonesia sebagai anggota Dewan
Pimpinan Pusat HTI dan sebagai Ketua Lajnah Fa’aliyah DPP HTI.
Dwi Condro Triono, PhD adalah
pakar ekonomi Islam dan saat ini sebagai dosen Ekonomi Islam di program
doktoral Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalidjaga, Sekolah Tinggi
Ekonomi Islam (STEI) Hamfara Yogyakarta dan dosen S1 di IAIN Surakarta.
Beliau memperoleh gelas Ph.D Ekonomi Islam di Universitas Kebangsaan
Malaysia. Beliau belajar Islam di Pesantren Darul Ulum Rembang dan
Pesantren Al Muhsin Krapyak Yogyakarta. Beliau pernah menjadi pengurus
MUI Yogyakarta, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pelajar Islam
Indonesia (PII) dan ketua Senat Mahasiwa Fakultas Pertanian Universitas
Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Beliau sering berbicara tentang ekonomi
Islam di Indonesia, Malaysia, Australia, Jepang dan Jerman. Beliau
menulis dua buku ekonomi syariah yaitu Ekonomi Islam versus Ekonomi
Kapitalis dan Ekonomi Islam Mazhab Hamfara. Beliau saat ini menjadi
salah satu anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hizbut Tahrir Indonesia
dan sebagai ketua Lajnah Khusus Intelektual (LKI) DPP HTI.
Fasilitas yang akan diterima peserta hari pertama adalah:
- Akomodasi malam Ahad
- Prosiding (ISBN)
- Publikasi paper Journal of Islamic Perspectif of Science, Technology and Society (ISSN)
- Makan siang, makan malam, sarapan pagi dan snack
- Sertifikat
- Transportasi dari Universitas Indonesia ke Convention Hall SMESCO
B. Biaya konferensi hari kedua ahad 15 Desember 2013 adalah Rp 300.000 per orang untuk peserta dari Indonesia dan USD 50 per orang untuk peserta dari luar Indonesia.
Fasilitas yang akan diterima peserta hari kedua adalah :
- Makan siang dan snack
- Sertifikat
Calon peserta dapat memilih 3 opsi kepesertaan
- Peserta yang mengikuti agenda 14 dan 15 Desember 2013
- Peserta yang hanya mengikuti agenda 14 Desember 2013
- Peserta yang hanya mengikuti agenda 15 Desember 2013
Biaya kepesertaan silakan ditransfer ke rekening panitia pusat
- BNI Syariah no. 0275526541 atas nama Junaedi.
- BCA Syariah no. 0240001686 atas nama Masud Ridwan.
Atau langsung diserahkan kepada panitia daerah dengan bukti yang sah dari panitia.
sumber: hti press
Di kala Amerika dan Eropa tengah mengalami kemerosotan, China nampak bangkit untuk mengambil peran lebih besar dalam ekonomi dunia dengan mempertahankan pertumbuhan di atas 8 persen setiap tahun. Lalu, dimana kah posisi negeri-negeri muslim saat ini dalam konstelasi politik dan ekonomi dunia?
Di saat yang sama, negeri-negeri muslim di Timur Tengah mengalami perubahan politik besar-besaran. Arab spring telah menumbangkan para diktator di negara-negara tersebut secara bergelombang, dimulai dari Tunisia, menjalar ke Yaman, Libya, Mesir, hingga Syiria. Ini merupakan sebuah awal yang baik bagi munculnya sebuah harapan di negeri-negeri tersebut. Namun hingga saat ini belum terlihat jelas ke arah manakah perubahan tadi berjalan. Apakah revolusi arab hanya menjadi momen untuk mengganti rezim atau kah diikuti oleh perubahan sistem yang memberi perhatian memadai terhadap kedaulatan ekonomi dan militer? Peristiwa kudeta militer atas pemerintahan baru di Mesir baru-baru ini menunjukkan bahwa demokrasi sebagai hasil revolusi tidak efektif mewujudkan perubahan sistemik di negara tersebut.
Sementara itu, indonesia sendiri sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia masih terbelit dengan persoalan ekonomi. Meskipun negeri ini tumbuh 6.3 persen setahun dengan GDP terbesar di kawasan asia tenggara namun demikian kesenjangan dalam distribusi kesejahteraan yang terjadi saat ini mencapai rekor tertinggi dalam satu dasawarsa terakhir. Bila tak ada perubahan signifikan dalam arah politik dan ekonomi, kondisi ini dapat menjadi sebuah bom waktu di masa datang mengingat tanda-tanda ke arah sana telah terlihat, diantaranya adalah lonjakan angka kriminalitas dan konflik sosial.
Dalam konstelasi politik dan ekonomi dunia yang demikian, diskusi mengenai sistem dan peradaban alternatif untuk menggantikan kapitalisme global yang tengah runtuh menemukan relevansinya. Perubahan yang terjadi dibanyak negara, khususnya di negeri-negeri muslim telah memberi peluang bagi munculnya sistem peradaban baru. Khilafah Islam pun mengemuka menjadi sebuah model negara yang patut diperhitungkan sebagai sebuah jalan keluar bagi ruwetnya persoalan di negeri-negeri muslim. Secara historis maupun empris model negara ini pernah ada dan telah terbukti mengantarkan umat islam meraih predikat umat terbaik yang mengukir peradaban emas dalam sejarah umat manusia.
Sebagai sebuah entitas pemikiran yang mengemban tanggung jawab dakwah, Hizbut tahrir Indonesia menganggap penting dan strategis upaya untuk mengelaborasi solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi negeri-negeri muslim di tengah perubahan konstelasi politik dan ekonomi global. Oleh karena itu, HTI mengambil inisiatif untuk memfasilitasi sebuah konferensi internasional yang melibatkan intelektual muslim, baik dalam maupun luar negeri untuk mendiskusikan isu-isu tersebut serta merumuskan peran dan tanggung jawab intelektual muslim dalam mewujudkan kembali peradaban Islam.
Tujuan
Konferensi ini bertujuan untuk
- Mendiskusikan ide dan solusi bagi persoalan yang dihadapi oleh negeri-negeri muslim serta peran yang dapat dimainkan oleh intelektual muslim dalam membangun kembali peradaban Islam di tengah perubahan konstelasi politik ekonomi dunia
- Membangun jaringan kerja dengan kaum intelektual muslim di berbagai institusi baik organisasi dakwah, perguruan tinggi, lembaga riset dan media masa dalam mewujudkan kembali peradaban Islam.
“The end of capitalism and the prospects of Islamic civilization under Khilafah”
Waktu dan Tempat
Hari pertama konferensi dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Desember 2013 di Wisma Makara Universitas Indonesia, Depok.
Sedangkan Hari kedua dilaksanakan pada hari Ahad, 15 Desember 2013 di Convention Hall SMESCO, Jl. Gatot Subroto Kav. 94 Jakarta Selatan.
Pembicara
Kepesertaan & Biaya
Kepesertaan
Kepesertaan acara ini bersifat terbuka. Setiap intelektual muslim dengan berbagai latar belakang keilmuan maupun kepakaran baik secara perorangan maupun kelembagaan (organisasi dakwah, perguruan tinggi, lembaga riset, LSM mapun organisasi profesional lainnya dapat berpartsipasi dalam konferensi ini.Biaya
A. Biaya konferensi hari pertama sabtu 14 Desember 2013 adalah sebagai berikut :|
Kategori
|
Jumlah
|
| Non Indonesia | |
| Prensenter | USD 150 (Early Bird USD 125) |
| Partisipan | USD 100 (Early Bird USD 75) |
| Domestic/Indonesia | |
| Presenter | IDR 1.000.000 (Early Birds IDR 800.000) |
| Partisipan | IDR 700.000 (Early Birds IDR 600.000) |
- Akomodasi malam Ahad
- Prosiding (ISBN)
- Publikasi paper Journal of Islamic Perspectif of Science, Technology and Society (ISSN)
- Makan siang, makan malam, sarapan pagi dan snack
- Sertifikat
- Transportasi dari Universitas Indonesia ke Convention Hall SMESCO
B. Biaya konferensi hari kedua ahad 15 Desember 2013 adalah Rp 300.000 per orang untuk peserta dari Indonesia dan USD 50 per orang untuk peserta dari luar Indonesia.
Fasilitas yang akan diterima peserta hari kedua adalah :
- Makan siang dan snack
- Sertifikat
Calon peserta dapat memilih 3 opsi kepesertaan
- Peserta yang mengikuti agenda 14 dan 15 Desember 2013
- Peserta yang hanya mengikuti agenda 14 Desember 2013
- Peserta yang hanya mengikuti agenda 15 Desember 2013
Biaya kepesertaan silakan ditransfer ke rekening panitia pusat
- BNI Syariah no. 0275526541 atas nama Junaedi.
- BCA Syariah no. 0240001686 atas nama Masud Ridwan.
Atau langsung diserahkan kepada panitia daerah dengan bukti yang sah dari panitia.
Call for Paper
Call for paper adalah bagian dari konferensi ini dan dilaksanakan pada hari pertama sabtu 14 Desember 2013.
Topik paper adalah detailing dari tema utama. Ada 7 topik besar yang ditawarkan kepada peserta yaitu :
1. Global political changes and their impacts on Muslim countries
This topic includes but not limited to:
2. The challenges for good governance
This topic includes but not limited to:
3. Economic challenges today
This topic includes but not limited to:
4. Health and food security
This topic includes but not limited to:
5. Energy and natural resource management
This topic includes but not limited to:
6. Women and families
This topic includes but not limited to:
7. Education, science and technology
This topic includes but not limited to:
Paper ditulis dalam 2 bahasa (Inggris dan Indonesia) sedangkan saat penampilan presentasi dipersilakan untuk memilih dengan bahasa Inggris ataupun Indonesia.
Paper ditulis dengan format word, tidak lebih dari sepuluh halaman A4 (termasuk gambar dan tabel). Paper yang diajukan akan dievaluasi oleh International Scientific Committee. Adapun detail aturan penulisan paper adalah sebagai berikut
Catatan waktu penting :
Batas akhir submit fullpaper : 10 November 2013
Pemberitahuan makalah yang diterima : 20 November 2013
Registrasi Awal : 20 – 25 November 2013
Registrasi Lanjutan : 26 November – 5 Desember 2013
Presentasi makalah : 14 Desember 2013
Publikasi
Paper terpilih akan diterbitkan dalam proceeding konferensi (ISBN) dan dipublikasikan dalam Journal of Islamic Perspectif of Science, Technology and Society (ISSN). Seleksi akan dilakukan oleh International Scientific Committee yang memiliki kredibilitas.
Topik paper adalah detailing dari tema utama. Ada 7 topik besar yang ditawarkan kepada peserta yaitu :
1. Global political changes and their impacts on Muslim countries
This topic includes but not limited to:
- Post Arab spring and global war
- The role of military on Muslim countries
- Terrorism
- Regional politics and policy
- Demand and potency of Islamic law worldwide
2. The challenges for good governance
This topic includes but not limited to:
- Corruption
- Democracy, general election and high cost politics
- Regional autonomy and decentralization
- Inadequate Regulation
- Law enforcement
3. Economic challenges today
This topic includes but not limited to:
- Global financial crisis
- Poor quality of economic growth
- Poverty and inequality
- Misleading economic and development policies
- The externalities of foreign aids in Muslim countries
4. Health and food security
This topic includes but not limited to:
- Food production and distribution
- Land policy and management
- Agricultural policy
- Health policy and accessibility
- Sanitary, water and environment
5. Energy and natural resource management
This topic includes but not limited to:
- Energy policy and renewable energy
- Natural resources management policy
- Environmental degradation
- Mining
- Sustainable development
6. Women and families
This topic includes but not limited to:
- Human trafficking
- Gender and emancipation
- Criminality and free-sex
- Media and cultural invasion
- Consumerism
7. Education, science and technology
This topic includes but not limited to:
- Industrialization and commercialization of education
- Islam and science advancement
- Industrial policy
- Curricula and educational paradigm
- Human resources development
Paper ditulis dalam 2 bahasa (Inggris dan Indonesia) sedangkan saat penampilan presentasi dipersilakan untuk memilih dengan bahasa Inggris ataupun Indonesia.
Paper ditulis dengan format word, tidak lebih dari sepuluh halaman A4 (termasuk gambar dan tabel). Paper yang diajukan akan dievaluasi oleh International Scientific Committee. Adapun detail aturan penulisan paper adalah sebagai berikut
- Judul 14 pt. Times New Roman; Bold; First Letter in Each Word in Capitals
- Nama penulis 11 pt. Times New Roman
- Afiliasi/alamat 10 pt. Times New Roman; Italic
- Abstrak 10 pt. Times New Roman
- Kata kunci 10 pt. Times New Roman
- Main Text 11 pt. Times New Roman; Line Spacing Single
- Heading 12 pt. Times New Roman; Bold
- Sub-Heading 11 pt. Times New Roman; Bold
- Paragraf Baris pertama dari paragraf pertama tidak menjorok ke dalam. Baris pertama dari paragraf lainnya menjorok ke dalam.
- Gambar/tabel Judul 10 pt. Times New Roman
- Daftar pustaka 10 pt. Times New Roman
Catatan waktu penting :
Batas akhir submit fullpaper : 10 November 2013
Pemberitahuan makalah yang diterima : 20 November 2013
Registrasi Awal : 20 – 25 November 2013
Registrasi Lanjutan : 26 November – 5 Desember 2013
Presentasi makalah : 14 Desember 2013
Publikasi
Paper terpilih akan diterbitkan dalam proceeding konferensi (ISBN) dan dipublikasikan dalam Journal of Islamic Perspectif of Science, Technology and Society (ISSN). Seleksi akan dilakukan oleh International Scientific Committee yang memiliki kredibilitas.
Susunan Acara
A. Rundown acara hari pertama Sabtu 14 Desember 2013 adalah sebagai berikut :
B. Rundown acara hari kedua Ahad 15 Desember 2013 adalah sebagai berikut :
| 11.00 – 13.00 | Registrasi & Makan siang |
| 13.00 – 13.15 | Pembukaan |
| 13.15 – 14.00 | Kontribusi Islam dalam Membangun Peradaban Dunia Dulu, Kini dan Masa Depan, oleh Dr. Reza Pankhrust (Political Scientist, London School of Economics) |
| 14.00 – 16.00 | Parallel Session (presentasi paper terpilih dalam 7 komisi. Per komisi akan ditampilkan 8 presenter terpilih dengan waktu presentasi plus diskusi 15 menit per orang. Sisanya yang tidak terpilih sebagai presenter akan dipersilakan untuk membuat poster yang akan ditampilkan pada poster session saat coffee break) |
| 16.00 – 16.45 | Coffee Break (Including Prayer Time) |
| 16.45 – 18.00 | Peran Intelektual Muslim membangun Peradaban Islam oleh Prof. Dr. Fahmi Amhar |
| 18.00 – 20.00 | Makan malam (ramah tamah) |
B. Rundown acara hari kedua Ahad 15 Desember 2013 adalah sebagai berikut :
| 08.00 – 09.00 | Registrasi |
| 09.00 – 09.15 | Pembukaan |
| 09.15 – 09.30 | Keynote Speech |
| 09.30 – 12.00 | Sesi I (In English and Indonesian) |
|
|
|
|
| Diskusi (45 menit) | |
| 12.00 – 13.00 | Ishoma |
| 13.00 – 15.00 | Sesi II (In Indonesian) |
|
|
|
|
| Diskusi(30 menit) | |
| 15.00 – 16.00 | Coffee Break (Including Prayer Time) |
| 16.00 – 17.00 | Sesi III : What can be contributed by Muslim scholars and intellectuals today to rebuild Islamic civilization? |
| 17.00 – 17.15 | Reading and Signing “Muslim Intellectuals Charter” |
| 17.15 – 17.30 | Penutupan |

0 komentar:
Posting Komentar