
Fenomena kemiskinan yang melanda rakyat indonesia masih akan terus berlanjut. Kementerian Sosial mencatat, sedikitnya terdapat 1,8 juta warga miskin terlantar tak dapat perhatian dari pemerintah.
"Saat ini, terdapat 1,8 juta lansia terlantar, ribuan rumah tidak layak huni, konflik sosial dan sebagainya yang membutuhkan penangan serius," kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri saat sidak di Jalan Kalibaru Barat 4, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (04/8).
Kekayaan alam Indonesia yang sangat melimpah ternyata hanya dinikmati oleh perusahaan asing dan swasta. Dimulai dengan tambang emas terbesar di dunia yang letaknya di wilayah Indonesia paling timur yang dijarah oleh perusahaan Amerika, Freeport. Tambang minyak Indonesia 80% lebih dikuasai perusahaan asing. Dan masih banyak lagi kekayaan alam yang dirampok oleh asing. Sehingga layak jika rakyat Indonesia "bagaikan tikus mati di lumbung padi".
Jutaan para lansia dari rakyat Indonesia yang terlantar dan jika memiliki rumahpun terkategori rumah tidak layak huni. Mereka kelaparan dan menderita di tengah kekayaan alam Indonesia. mereka menahan lapar di tengah gaji anggota DPR yang belasan kali lipat dari pendapatan rata-rata penduduk Indonesia. Para lansia tersebut menderita di tengah gaji presiden yang puluhan kali lipat dari pendapatan rata-rata penduduk Indonesia. Sungguh memilukan........

0 komentar:
Posting Komentar