728x90 AdSpace

  • Hot News

    Sabtu, 03 Agustus 2013

    Pecahnya Konsentrasi Sang Penjajah yang Mulai Lemah


    Meskipun belum bisa dinyatakan jika Amerika Serikat (AS) gagal total di Afganistan dan Irak, namun perkembangan hari demi hari target strategi politik mereka setidaknya mulai tak bisa diraih.

    Gelombang revolusi yang menerpa negeri kawasan timur tengah beberapa tahun terakhir ini mampu menggulingkan agen-agen AS yang menduduki kekuasaan. Sehingga AS dipusingkan untuk mencari pengganti yang tepat bagi agen-agen mereka yang dilengserkan. belum lagi AS harus bersaing dengan Inggris, Perancis, Rusia,dll. dalam merebut tampuk kekuasaan untuk para agen mereka.

    Demokrasi yang AS jajakan di berbagai negeri jajahan mendapatkan penolakan dari rakyat negeri jajahan tersebut. Sebut saja revolusi Suriah yang digerakkan oleh rakyat Suriah dengan lantang menolak demokrasi dan hanya menuntut Islam.

    Pergerakan rakyat anti demokrasi hampir meluas di negeri-negeri revolusi bahkan di negeri kaum muslimin lainnya pun hingar bingar dengan seruan anti demokrasi semakin meluas. Sehingga AS semakin galau dan bereaksi dengan memperkuat agen-agen mereka untuk menekan gelombang Islam yang menolak demokrasi.

    Indonesia yang merupakan negeri kaum muslimin yang memiliki kekayaan alam yang luarbiasa tidak luput dari konsentrasi AS. Wajah seolah-olah humanis dari Obama dan para duta AS selalu ditampilkan untuk menipu rakyat Indonesia dan membuat mereka terbuai oleh propaganda AS dan kaum liberal yang mereka bayar untuk mengokohkan penjajahan mereka terhadap Indonesia.

    Untuk menekan upaya revolusi Islam, AS selalu menguatkan agen-agen liberal binaannya untuk meniupkan keraguan terhadap Islam dan memaksakan sekulerisme liberal secara pemikiran dan kebijakan tak terkecuali di Indonesia. Bahkan AS telah mengantisipasi datangnya gelombang revolusi menuju Indonesia dengan membuka pangkalan militer di darwin, Australia. Tak hanya itu, AS berusaha memisahkan Papua dan Maluku dari Indonesia setelah sebelumnya Timor Timur berhasil dipisahkan oleh barat.

    Pecahnya konsentrasi sang penjajah ini tentu berdampak semakin melemahnya kekuatan dan konsentrasi mereka dalam merengkuh negeri-negeri jajahan. Sehingga jika gelombang revolusi meluas dan menguat maka tak ayal lagi membuat AS semakin tak berdaya dan segera lahir tatanan dunia baru yang akan menjadikan AS bukanlah negara superpower. Sangat mungkin segera lahir kekuatan Islam yang menjelma dalam bentuk negara Khilafah yang akan menggeser posisi AS dipercaturan politik internasional.

    inilah kondisi yang sangat tidak diharapkan oleh AS dan negara barat pada umumnya yaitu munculnya kekuatan Islam dalam bentuk negara yakni Khilafah islamiyah.() sidqi
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pecahnya Konsentrasi Sang Penjajah yang Mulai Lemah Rating: 5 Reviewed By: Anonim
    Scroll to Top