Untuk
beberapa bulan kedepan, akan diselenggarakan Muktamar Khilafah 2013, dengan
tema sentral Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah. Kegiatan ini akan berlangsung
marathon di berbagai kota di Indonesia, dengan puncak acara di Stadiun Utama Gelora
Bung Karno Jakarta, yang secara umum, seluruh acara akan melibatkan ½ juta
peserta dari berbagai kalangan; baik masyarakat, ulama, tokoh, intelektual,
politisi dan delegasi berbagai ormas.
Jika dilihat
dari kacamata politik, Muktamar Khilafah 2013 ini, menunjukan kesan penting
sebuah harapan umat Islam, ditengah kemunduran kondisi perpolitikan Indonesia,
baik karena korupsi, konflik parpol, skandal pengurus parpol dan lain-lain,
sehingga citra parpol, baik parpol sekuler maupun parpol berbasis masa Islam,
secara umum dimata masyarakat semuanya semakin jatuh, tanpa bisa ditolong lagi,
meski dengan sejuta pencitraan politik. Tema yang diangkat oleh Muktamar
Khilafah ini adalah tema politik ideologis (bukan politik pragmatis), karena
Khilafah itu sendiri merupakan sistem politik pemerintahan Islam, yang
sejatinya pernah menjadi adidaya dunia selama 13 Abad lebih. Khilafah adalah
kepemimpinan umum umat Islam diseluruh dunia untuk membangun kehidupan dan
peradaban Islam.
Dengan Muktamar
ini, umat Islam semakin paham arah perjuangan untuk menyalurkan energi
perubahan hanya pada ideologi Islam, bukan pada Kapitalisme Demokrasi yang sedang
sekarat, apalagi kepada Sosialisme Komunis yang sudah musnah. Bahkan mereka
yang asalnya menentang dan menolak ide Khilafah tidak bisa lagi mengeluarkan
kata-kata untuk membungkam perjuangan penegakkan Khilafah, karena dukungan umat
dengan diselenggarakannya Muktamar Khilafah semakin nyata, dan sebaliknya para
pendukung, penikmat dan pemuja Demokrasi semakin lenyap dan kehilangan
pengaruh.
Mengapa
Khilafah semakin didukung dan Demokrasi semakin dicela dan kehilangan
pendukung, alasannya cuma 2 (dua): (1) masyarakat Indonesia sudah muak dan
benci dengan segala kerusakan multi dimensi dalam sistem Demokrasi; (2) umat
sudah mulai paham dan tercerahkan tentang ideologi Islam, yang merupakan
ideologi yang berasal dari Allah swt. Yang Maha Mengetahui, beserta kerinduan
dan efek edukasi yang dilakukan para aktivis HTI kepada umat, tentang
keunggulan sistem Khilafah.
Ala kulli hal,
dengan diselenggarakan Muktamar Khilafah 2013 ini, akan merubah peta
perpolitikan Indonesia secara umum, karena siapa yang mampu menguasai opini dan
perpolitikan pada tahun 2013, bisa dipastikan akan berpengaruh juga pada 2014. Sehingga
sangat normal jika dikatakan, dengan Muktamar ini, arah perpolitikan Indonesia
dan gerak perubahan kebangkitan akan berubah drastis. Setelah Muktamar ini,
jangan heran kalau banyak partai politik sekuler, bahkan partai politik
berbasis masa Islam, akan kehilangan elektabilitas, karena umat sudah muak
dengan politik busuk, mereka sudah ingin Khilafah, sebagai pintu kebangkitan
Islam. Karena walau bagaimanapun, penduduk Indonesia ini masyoritas Muslim,
sehingga wajar mereka ingin Islam yang berkuasa, dan dengan dibantu Muktamar
ini, mereka diarahkan untuk memilih Ideologi Islam, dengan Khilafah sebagai
sistem pemerintahannya, dan mencampakkan Demokrasi-Kapitalisme karena ia
merupakan musuh dan acaman bagi manusia secara umum. [Yan Abdurrahman, M.Ag.,
Aktivis HTI Jawa Barat – Purwakarta]


0 komentar:
Posting Komentar