
Lebih dari 1000 peserta menghadiri seminar nasional dan diskusi buku Api Sejarah Meluruskan Sejarah Menelusuri Jejak Penerapan Syariat Islam di Nusantara, Kamis (24/1) di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Islam Riau, Pekan Baru.
Dalam kesempatan itu, Editor Api Sejarah Salman Iskandar menyatakan berdasarkan bukti-bukti sejarah kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara menjadi bagian integral Dunia Islam di bawah payung kekhalifahan Islam.
“Para Sultan di Nusantara dikukuhkan sebagai penguasa oleh Amir Hijaz atas restu Khalifah Utsmani untuk menerapkan syariah Islam dalam pemerintahan dan kekuasaannya, mereka pun mendapatkan perlindungan politik dan militer dari Khalifah Utsmani,” ungkapnya.
Budayawan Melayu UU Hamidy pun membenarkan pendapat Salman dengan membeberkan sejarah budaya Melayu yang sangat identik dengan Islam. Melihat nasib orang Melayu yang saat ini menjauh dari syariah Islam UU pun geram. “Melayu perlu diselamatkan dari hukum demokrasi sekuler, maka Islamlah yang harus menggantikannya, sesuai dengan pepatah Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah!” pekiknya.
Sedangkan sejarawan penulis Api Sejarah Ahmad Mansur Suryanegara menyatakan alasan mengapa dirinya menulis buku tebal hingga diterbitkan dua jilid tersebut. Menurutnya, Api Sejarah merupakan koreksi terhadap politik penulisan sejarah yang deislamisme dalam buku-buku sejarah di SD, SMP dan SMA. “Penulisan politik sejarah yang deislamisme itu melahirkan pembodohan sejarah terhadap generasi muda Indonesia,” ungkapnya.
Sedangkan petinggi HTI Riau Muhammadun mengungkap bukti penerapan syariah Islam pada masa kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara. “Salah satu bukti sejarah Islam di Nusantara adalah jejak Sultan Iskandar Muda yang menerapkan hukum rajam terhadap puteranya sendiri yang bernama Meurah Pupok yang berzina dengan isteri seorang perwira dan Kerajaan Aceh Darussalam mempunyai UUD Islam bernama Kitab Adat Mahkota Alam,” bebernya.
Dalam acara rangkaian menuju Muktamar Khilafah Mei 2013 di Riau tersebut, nampak hadir pula tokoh-tokoh Riau di antaranya adalah: Profesor Suhardi (Guru Besar Sejarah UR); Dr Heri Sunandar (Akademisi UIN Susqa Riau); Dr Sudirman Somary (Dosen UIR); Dr Zulhelmy (Dosen UIR).[] hizbut-tahrir.or.id

0 komentar:
Posting Komentar