Serentak
kaum muslimin di seluruh belahan dunia termasuk di Indonesia mengutuk serangan
Israel ke Jalur Gaza, kaum muslim melakukan aksi Solidaritas untuk warga
Palestina di Jalur Gaza dalam segala bentuknya, ada yang meneriakan untuk
mengirimkan pasukan tentara ke Palestina, ada yang mengumpulkan dana untuk kaum
muslim Palestina, juga ada yang mengirimkan bantuan berupa pakaian dan
obat-obatan, yang semua itu dilakukan untuk membantu warga Palestina.
Akar
masalah yang terjadi di Pelestina adalah bercokolnya zionis Israel di Tanah
Palestina tempat para Nabi, Israel ingin mendirikan Negara di Palestina oleh
karena itu mereka mati-matian untuk membunuh dan mengusir kaum muslim di
Palestina. Namun, sangat disayangkan banyak kaum muslimin di seluruh dunia
termasuk di Indonesia dan juga pemimpin-pemimpin-nya menganggap krisis yang
terjadi di Palestina sebatas masalah kemanusiaan saja, bajkan ada yang
menganggap itu hanya urusan bilateral antara Israel-Palestina.
Solusi
pun tentang krisis di Palestina bermunculan, ada yang dengan mengirimkan
bantuan berupa dana, obat-obatan, pakaian dan kebutuhan yang sifatnya
kemanusiaan, namun sangat disayangkan tidak ada satupun pemimpin negeri muslim
yang membantu dengan mengirimkan pasukan tentara-nya ke Jalur Gaza Palestina
untuk mengusir tentara Israel dari Palestina.
Solusi
yang diberikan di atas (menggalang dana, obata-obatan dll) itu tidak salah
dilakukan oleh kaum muslimin di manapun berada, namun perlu diingat bahwa
bantuan berupa makanan, pakaian, dana, obat-obatan itu tidak akan menyelesaikan
masalah krisis Palestina, itu hanya menyelesaikan masalah sebatas kemanusiaan
saja, dan perlu kita lihat ketika di media massa anak-anak dan kaum ibu warga Palestina ketika
mereka diwawancarai oleh wartawan, apa yang mereka butuhkan, lalu apa yang
mereka katakan? mereka mengatakan mana tentara kaum muslimin, dari Indonesia,
afghonistan, iraq, mesir, arab saudi, dan negeri-negeri muslim lainnya untuk
dikirimkan ke Palestina dan membantu mereka untuk mengusir tentara zionis
Israel La’natullah itu, dan anak-anak Palestina tidak meneriakan mana pakaian
untuk kami, mana obat-obatan untuk kami, mana uang untuk jajan kami dan
sebagainya, mereka hanya butuh satu permintaan kirimkan pasukan tentara kaum
muslim dari negeri-negeri muslim untuk menolong mereka mengusir zionis Israel
yang bercokol di Bumi Palestina.
Masalah
utama krisis Palestina karena bercokolnya zionis Israel di Bumi Palestina,
sehingga solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut harus kita kembalikan
kepada Islam, hanya Islam yang dapat menyelesaikannya bukan berharap kepada
yang lain, berharap pada demokrasi kapitalisme saat ini, itu tidak akan
pernah terjadi karena justru dengan demokrasi-lah negeri-negeri muslim terpecah
belah seperti saat ini menjadi negeri-negeri kecil yang itu memudahkan AS dan
kaki tangannya Israel untuk menjajah dan mengeruk kekayaan alam negeri muslim
di dunia, atau berharap pada PBB, itu pun tidak mungkin berhasil karena PBB
juga di bawah kendali AS sebagai negara adidaya saat ini.
Genjatan senjata yang terjadi antara
Palestina-Israel juga bukan solusi krisis yang terjadi di Palestina, Genjatan
senjata yang dilakukan oleh Israel ada maksud terselubung yakni “untuk
mengamankan front selatan jalur Gaza” ungkap pengamat hubungan internasional
Farid Wadjdi ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia kepada mediaumat.com,
Rabu (21/11). Farid
menyebutkan arti penting dari gencatan senjata bagi Israel. “Agresor Zionis
Yahudi ini bisa lebih memfokuskan pasukannya untuk front utara Dataran
Tinggi Golan yang berbatasan langsung dengan Suriah,” Menurutnya,
Israel merasa perlu secara khusus mempersiapkan diri di front utara, mengingat
semakin menguatnya posisi mujahidin di Suriah. Di sisi lain , rezim Assad yang
selama ini sukses mengamankan front utara selama 40 tahun lewat perjanjian
damai dengan Israel berkaitan dengan Dataran tinggi Golan semakin diambang
kehancuran.
Sedangkan di sisi lain, menguatnya mujahidin Suriah dengan tuntutan
penegakan khilafah sangat menakutkan Amerika termasuk Zionis Israel.
“Berdirinya khilafah akan menjadi ancaman nyata bagi eksistensi penjajah
Zionis,” pungkasnya. Sebelumnya seperti yang dilansir almasryalyoum, rabu
(14/11) PM Israel Netanyahu mengatakan negaranya sedang menghadapi tantangan
baru di Suriah dengan menguatnya jihad global di Suriah yang anti Israel.
Pernyataan ini disampaikan Netanyahu setelah melakukan inspeksi ke Dataran
Tinggi Golan, didampingi menteri pertahanan Ehud Barak dan wakil kepala staff
Mayjen Yair Naveh.
Dia menambahkan jatuhnya rezim Suriah ke tangan kekuatan baru ekstrim
yang anti Israel akan mengancam Israel “Kami sedang mempersiapkan diri
menghadapinya,” tegasnya. Netanyahu kemudian membuktikan itu dengan melancarkan
serangan mematikan sejak rabu (14/11) terhadap Gaza. (mediaumat.com,
21/11/2012).
Ini bukti bahwa Israel melakukan strategi perang, dan seharusnya
Palestina tidak menerima solusi Genjatan senjata tersebut, namun sangat disayangkan
saat ini telah terjadi Genjatan senjata.
Oleh karena itu solusinya adalah kembali kepada Islam, bagaimana solusi
Islam tersebut? yakni Jihad dan Khilafah, zionis Israel memerangi warga
Palestina maka harus diperangi juga dengan kekuatan militer, namun yang menjadi
permasalahannya adalah tidak ada komando yang memerintahkan untuk berjihad dengan
menyatukan seluruh pasukan tentara negeri-negeri musli seluruh dunia melawan
Israel, berharap kepada pemimpin negeri-negeri muslim sekarang untuk
mengirimkan pasukan tentaranya ke Palestina juga tidak mungkin terjadi
mengingat mereka adalah antek negara penjajah, Oleh karena itu harus ada
komando atau perintah dari seorang khalifah yang memimpin seluruh negeri-negeri
muslim dan itu semua tidak pernah terjadi tanpa Khilafah, karena khilafah
adalah pemersatu umat di seluruh negeri muslim di dunia.
Tidak bisa tidak perjuangan untuk menegakkan Khilafah menjadi
kewajiban yang agung dan mulia, yang dengannya seluruh negeri-negeri muslim
disatukan tentara-tentaranya untuk membumi hanguskan zionis Israel dari bumi
Palestina bahkan dari bumi ini, oleh karena itu wahai kaum muslimin dimanapun
anda berada marilah kita satukan kekuatan dan berjuang bersama untuk tegaknya Khilafah Rasyidah ‘ala Minhajinnubuwwah yang telah dijanjikan Allah swt (QS.An-Nur:55)
dan telah dikabarkan oleh Rasulallah SAW: “Tsumma takunu Khilafatun ‘ala
minhajinnubuwwah........”. Saatnya
kaum muslimin sadar bahwa betapa penting-nya Khilafah untuk melindungi umat ini
dari musuh-musuh Allah yang siang malam berusaha memerangi dan membunuh kaum
muslimin.
Wahai kaum muslimin jadilah garda terdepan dalam mendakwahkan
tegaknya syariah dan Khilafah di muka bumi ini yang akan menjaga dan
mensejahterakan seluruh umat manusia, hanya dengan Khilafah komando Jihad di
seluruh dunia akan dikumandangkan sebagaimana Rasulallah SAW dan para sahabat
dahulu serta para khalifah setelah-nya. Hasbunallah
wa ni’mal wakil ni’mal maula wani’mal nashir.
(Al-Fakir Adriansah, Humas HTI Chapter
Kampus Purwakarta)

0 komentar:
Posting Komentar