728x90 AdSpace

  • Hot News

    Kamis, 01 November 2012

    Mustofa Narawardaya : Waspadai Jebakan Operasi Intelijen di Dunia Maya dan FB


    Sosok Basir, pria yang dikenal melalui Facebook
    yang akhirnya ikut menyeret remaja belia bernama David dalam kasus
    terorisme dalam penangkapan di Palmerah Jakarta hingga kini masih
    misterius. Bahkan polisipun hingga kini tidak mengemumkannya.

    Menurut Mustafa Narawardaya, kasus ini merupakan cara baru rekayasa
    intelijen.Basir tercatat berkenalan melalui media sosial Facebook
    dengan Nanto, David dan Herman.

    Keberadaan Basir menginap di rumah David awalnya karena ingin
    menumpang untuk mencari pekerjaan di Jakarta. Namun, pada hari Sabtu
    (27/10/2012) Basir ditangkap bersama Nanto, David dan Herman di
    Palmerah Jakarta.

    “Ini adalah cara terjorok konspirasi Intelijen hitam dalam
    menjerumuskan umat Islam,” begitu jelas Mustafa kepada
    hidayatullah.com menganalisa fenomena ini, Kamis (01/11/2012).

    Menurut pengamat intelijen yang juga dikenal aktivis pemuda
    Muhammadiyah ini Densus 88 dan BNPT sudah gagal dalam menerapkan
    deradikalisasi dengan pola konvensional. Pola konvensional maksudnya
    dengan melakukan intervensi ke pengajian-pengajian dan masjid-masjid.

    Karena itu ia  menggunakan cara teror untuk menebar ketakutan dengan
    pola baru. Tujuan dari pola non konvensional ini diharapkan bisa
    menghadirkan ketakutan di kalangan orang tua dan masyarakat dengan
    isu-isu syariat Islam.

    “Jadi sekarang agen intelijen yang mengaku pejuang Islam buatan Densus
    ini cukup berkenalan di Facebook, mengidentifikasi rumah lalu menjebak
    dengan menaruh barang bukti, setelah itu menghilang sementara orang
    yang disinggahi rumahnya akan diciduk karena terkait jaringan
    terorisme..ini kotor sekali,” Jelas Mustofa.

    Mustofa tegas mengingatkan sosok-sosok seperti Basir ini berkeliaran
    di media sosial seperti Facebook, Twitter dan sebagainya. Dunia media
    sosial menjadi cara paling murah merekrut orang untuk dituduh teroris.
    Dengan cara murah ini tetap bisa menghasilkan fitnah dengan hasil yang
    menggemparkan.

    “Ya contohnya pada kasus David, anak hanya aktivis yang mencintai
    Islam tidak memiliki hubungan dengan jaringan teroris manapun, hanya
    karena kenal dengan Basir langsung asal dituduh teroris.”

    Remaja Islam Harus Berhati-hati di Media Sosial

    Mustofa dengan intonasi penuh kekhawatiran juga mengingatkan agar
    remaja Islam berhati-hati berkenalan dengan orang asing di dunia maya.
    Pasalnya saat ini semangat kebangkitan Islam itu sudah mulai tertanam
    di kalangan pemuda dan remaja.

    “Remaja Islam yang sadar syariat Islam itu sudah banyak, namun kadang
    masih polos dengan ungkapan-ungkapan di dunia maya, ini harus
    hati-hatin” jelas Mustofa.

    Memiliki semangat Islam itu baik namun harus tetap diiringi dengan
    ilmu. Semua itu bertujuan agar kita lebih bisa memilah dan berstrategi
    agar perjuangan Islam tidak ditunggangi operasi Inteligen.

    “Jika baru berkenalan dengan orang asing yang berteriak-teriak Islam
    secara frontal di dunia maya, wajib kita berhati-hati sampai kita
    kenal betul siapa dia dan apa latar belakangnya. Jangan mau
    sembarangan diajak ketemu di dunia nyata,” tambah Mustofa.() sumber: hidayatullah.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Mustofa Narawardaya : Waspadai Jebakan Operasi Intelijen di Dunia Maya dan FB Rating: 5 Reviewed By: Anonim
    Scroll to Top