Kalau kita melihat informasi di media massa baik media cetak maupun media
elektronik ternyata banyak berita yang dikabarkan mengenai remaja atau pemuda,
tapi sayangnya berita itu bukan berita positif tapi berita negatif atau miring
mengenai remaja. Ada apa sebenarnya yang terjadi pada remaja di Negeri ini?
Ternyata kenakalan remaja kian merajalela di Negeri
ini, banyak kenakalan/kriminalitas remaja setiap tahun yang menunjukan permasalahan
remaja yang cukup kompleks, beberapa contoh kenakalan remaja yang sering
menjadi sorotan di media massa antara lain:
Penyalahgunaan Narkoba, penyalahgunaan
narkoba di kalangan remaja makin menggila, BNN (Badan Narkotika Nasional) menemukan
bahwa 50-60 persen pengguna narkoba di Indonesia adalah kalangan remaja yakni
kalangan pelajar dan mahasiswa, total seluruh pengguna narkoba berdasarkan penelitian
yang dilakukan BNN dan UI sebanyak 3,8 sampai 4,2 juta. (detikHealth,
rabu 6/6/2012)
Akses Media Porno, pornografi
dan pornoaksi yang tumbuh subur di negeri kita memancing remaja untuk
memanjakan syahwatnya. Zoy Amirin, pakar psikologi seksual dari UI, mengutip sexual
behavior survey 2011, menunjukan bahwa 64 persen anak muda di kota-kota
besar Indonesia 'belajar' seks melalui film porno atau DVD bajakan. Akibatnya,
39 persen responden ABG usia 15-19 tahun sudah pernah berhubungan seksual,
sisanya 61 persen berusia 20-25 tahun.
Seks Bebas, gerakan
moral Jangan Bugil di Depan Kamera (JBDK) mencatat adanya peningkatan secara
signifikan peredaran video porno yang dibuat oleh anak-anak dan remaja
Indonesia. Jika pada tahun 2007 tercatat 500 jenis video porno asli produksi dalam
negeri, maka pada tahun 2010 jumlah tersebut melonjak menjadi 800 jenis. Fakta
paling memprihatinkan dari fenomena di atas adalah kenyataan bahwa sekitar 90
persen dari video tersebut, pemerannya berasal dari kalangan pelajar dan
mahasiswa.
Aborsi, gaya hidup
seks bebas berakibat pada kehamilan tidak dikehendaki yang sering dialami
remaja putri. Karena takut akan sanksi sosial dari lingkungan keluarga, sekolah,
masyarakat sekitar, banyak pelajar hamil yang ambil jalan pintas: meggugurkan
kandungannya. Base line survey yang dilakukan oleh BKKBN LDFE UI (2000),
di Indonesia terjadi 2,4 juta kasus aborsi/tahun dan sekitar 20 persen (700-800
ribu) dilakukan oleh remaja.
Prostitusi, selain aborsi dan penularan penyakit menular seksual, gaya hidup seks bebas juga memicu pertumbuhan pekerja seks remaja yang sering dikenal dengan sebutan 'cewek bispak'. Sebuah penelitian mengungkap fakta bahwa jumlah anak dan remaja yang tejebak di dunia prostitusi di Indonesia semakin meningkat dalam empat tahun terakhir ini, terutama sejak krisis moneter. Sekitar tahun terjadinya krismon, sekitar 150.000 anak di bawah usia 18 tahun menjadi pekerja seks.
Prostitusi, selain aborsi dan penularan penyakit menular seksual, gaya hidup seks bebas juga memicu pertumbuhan pekerja seks remaja yang sering dikenal dengan sebutan 'cewek bispak'. Sebuah penelitian mengungkap fakta bahwa jumlah anak dan remaja yang tejebak di dunia prostitusi di Indonesia semakin meningkat dalam empat tahun terakhir ini, terutama sejak krisis moneter. Sekitar tahun terjadinya krismon, sekitar 150.000 anak di bawah usia 18 tahun menjadi pekerja seks.
Tawuran, kejahatan
remaja yang satu ini tengah naik daun pasca tawuran pelajar SMAN 70 vs SMAN 6 yang
menewaskan Alawi, siswa kelas X SMA 6. Tawuran pelajar seolah menjadi bagian yang
tak terpisahkan dari prilaku pelajar. Meski sudah banyak jatuh korban 'perang
kolosal' ala pelajar terus terjadi. Data dari komnas anak, jumlah tawuran
pelajar sudah memperlihatkan kenaikan pada enam bulan pertama tahun 2012 hingga
bulan juni sudah terjadi 139 kasus tawuran di wilayah Jakarta. Sebanyak 12
kasus menyebabkan kematian, pada tahun 2011 ada 339 kasus tawuran menyebabkan
82 anak meninggal dunia.(vivanews.com, 28/09/12).
Geng Motor, karena
longgarnya pengawasan dan ketidaktegasan terhadap geng motor, para anggota geng
motor semakin leluasa bertindak brutal. Lembaga pengawas kepolisian
Indonesia(IPW) mencatat ada tiga prilaku buruk geng motor yaitu balapan liar,
pengeroyokan dan judi berbentuk taruhan. Tak tanggung-tanggung menurut data IPW
judi taruhan tersebut berkisar pada Rp.5 sampai 25 juta per sekali balapan
liar. IPW juga mencatat aksi brutal yang dilakukan geng motor di jakarta telah
menewaskan sekitar 60 orang setiap tahunnya.
Kejahatan remaja yang terus meningkat setiap tahunnya
menunjukan bahwa kondisi ini tidak semata potret buram, tetapi juga kusut dan
sulit terurai. Pemerintah seolah 'angkat tangan' mengatasinya sampai
tuntas. Faktanya setiap tahun grafik kejahatan remaja terus beranjak naik,
padahal sudah banyak kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk mengatasi masalah
ini, tetapi hasilnya belum signifikan, Apa yang salah dengan solusi dari
pemerintah???
Ada beberapa kebijakan pemerintah untuk mengatasi persoalan remaja antara lain contohnya:
Ada beberapa kebijakan pemerintah untuk mengatasi persoalan remaja antara lain contohnya:
1. Gerakan anti narkoba untuk mencegah pengguna narkoba
2. Gerakan kondomisasi untuk mencegah terjadinya HIV/AIDS
3. Razia tawuran remaja untuk mencegah terjadinya tawuran remaja di Negeri
ini
Hal di atas sudah dicoba dan diterapkan tapi anehnya
tetap saja semua itu tidak berhasil secara signifikan. Bahkan sebaliknya
semakin mewabahnya penyakit remaja di Negeri ini, lalu apa akar masalah yang
menyebabkan semua itu terjadi dan bagaimana solusi tuntasnya untuk
menyelesaikan semua persoalan itu?
Jika kita meneliti secara jeli dan dengan berfikir
secara jernih akar masalah yang terjadi pada remaja saat ini adalah diterapkannya
Kapitalisme dan sekulerisme yang mendasari seluruh aspek kehidupan Negeri ini.
Sistem Kapitalisme yang diadopsi sebagai ideologi negara ini telah melahirkan kebebasan
berkeyakinan, berprilaku, berpendapat, dan memiliki harta. Inilah yang
mendasari penerapan konsep hak asasi manusia (HAM). Akibatnya, semua orang termasuk
remaja merasa berhak berbuat apapun, tak peduli orang lain terganggu dengan
ulahnya. Perbuatan asusila pun dianggap biasa, karena yang lain juga melakukannya,
perempuan tidak menutup auratpun dianggap biasa karena dilakukan kebanyakan
orang. Inilah yang menjadi sumber lahirnya berbagai penyimpangan prilaku yang
terjadi di Negeri ini.
Sekulerisme yang mewarnai sistem pendidikan menjadikan
pendidikan agama hanya formalitas belaka, di Sekolah-sekolah pelajaran agama
hanya dibatasi dua jam saja dalam seminggu itupun yang disampaikan seputar
urusan ibadah dan yang sifatnya spiritual saja, tidak ada strategi untuk menjadikan
tuntunan agama dipahami dan berikutnya diamalkan oleh anak didik sehingga
berpengaruh dalam prilaku kesehariannya. Karena itu sistem pendidikan telah
gagal menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas, yang tidak sekedar
IQ-nya yang tinggi tetapi juga memiliki iman yang kuat sebagai bekal dalam kehidupannya.
Kemudian, paradigma Negara yang bertanggung jawab
penuh terhadap seluruh urusan rakyat tidak ada. Negara saat ini memerankan diri
sebagai fasilitator belaka. Semua urusan rakyat dikerjasamakan dengan swasta
bahkan asing. Sekolah misalnya diserahkan kepada swasta dengan membuat
kebijakan biaya sesuai yang diinginkan swasta yang akibatnya sekolah mahal, begitu
juga Rumah Sakit yang diserahkan kepada pihak swasta akibatnya kesehatan mahal,
begitu juga kebutuhan sehari-hari sulit diperoleh dan berikutnya rakyat hidup dalam
tekanan kemiskinan, gampang stres, dan mudah jatuh pada prilaku menyimpang
inilah realitas yang terjadi di Negeri penghuni muslim terbesar di Dunia saat
ini.
Akar permasalahan di atas terjadi karena diterapkan
ideologi Kapitalisme, oleh karena itu solusi tuntas atas permasalahan remaja di
negeri ini juga harus dengan ideologi yakni ideologi Islam, yang di awali dengan
memperbaiki sistem hidup yang mempengaruhi pemahaman dan perilaku remaja. Untuk
itu dibutuhkan peran dari berbagai unsur: sekolah, keluarga, masyarakat, dan
negara. Keseluruhannya bertangung jawab dalam membentuk kepribadian yang baik pada
remaja. Kepribadian yang dibangun di atas iman dan takwa. Semuanya harus
bersinergis untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan remaja.
Keluarga adalah institusi pertama dan utama yang melakukan pendidikan dan pembinaan
terhadap anak. Disanalah pertama kali dasar-dasar keislaman ditanamkan kepada
anak, orangtua wajib mendidik anak-anak nya tentang Aqidah, prilaku dan budi pekerti
yang benar sesuai ajaran islam.
Masyarakat juga mempunyai peran yang besar dalam
mempengaruhi baik buruknya proses pendidikan karena remaja satu bagian yang tidak
terpisahkan dari masyarakat.
Namun peran paling penting dan strategis dalam membentuk kepribadian remaja ada pada NEGARA melalui pemberlakuan sistem pendidikan. Secara paradigmatik pendidikan harus dikembalikan pada asas akidah Islam yang akan menjadi dasar penentuan arah dan tujuan pendidikan, penyusunan kurikulum dan standar ilmu pengetahuan serta proses belajar-mengajar, termasuk penentuan kualifikasi guru/dosen serta budaya sekolah/ kampus tempat remaja eksis di dalamnya.
Namun peran paling penting dan strategis dalam membentuk kepribadian remaja ada pada NEGARA melalui pemberlakuan sistem pendidikan. Secara paradigmatik pendidikan harus dikembalikan pada asas akidah Islam yang akan menjadi dasar penentuan arah dan tujuan pendidikan, penyusunan kurikulum dan standar ilmu pengetahuan serta proses belajar-mengajar, termasuk penentuan kualifikasi guru/dosen serta budaya sekolah/ kampus tempat remaja eksis di dalamnya.
Peran NEGARA seperti di atas tentu tidak akan terwujud
dalam tatanan sistem Kapitalisme Demokrasi seperti yang diterapkan di Negeri
kita saat ini. Hanya negara yang menerapkan Ideologi Islam secara Kaffah-lah yang
mampu melaksanakan peran strategis itu yakni Daulah Khilafah Islamiyah.
Daulah Khilafah Islamiyah yang dijanjikan Allah swt akan tegak kembali dan yang
akan menerapkan syariah Islam secara kaffah yang akan menyelesaikan semua
persoalan yang terjadi di Negeri ini bahkan di Dunia pada umumnya, itulah
solusi tuntas atas kenakalan remaja yang terjadi saat ini, saatnya remaja saat
ini berfikir tentang masa depan bangsa ini dengan menjadikan syariah Islam sebagai
solusi atas setiap permaslahan yang terjadi, serta ikut berperan dalam
mewujudkan tatanan kehidupan yang sesuai dengan hukum-hukum Allah swt sehingga
Negeri ini terbebas dari kungkungan Sistem yang rusak yakni Kapitalisme.
(Al-Fakir Adriansah, HUMAS HTI Chapter Kampus
Purwakarta)

0 komentar:
Posting Komentar