
Proyek deradikalisasi yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai langkah untuk memusuhi Islam.
Demikian dikatakan Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya kepada itoday, Selasa (14/11).
"Proyek BNPT dianggapnya sebagai langkah deklarasi permanen untuk memusuhi Islam. Dan BNPT seolah metamorfosanya Kopkamtib pada masa rezim Orde Baru," ungkap Harits.
Kata Harits, proyek deradikalisasi BNPT upaya sistematis pendangkalan akidah Islam, memecah belah umat dan mengamputasi gerakan Islam. "Muatan materi-materi dalam berbagai forum yang dipakai BNPT untuk mengkomunikasikan deradikalisasi terlihat jelas dua kelemahan mendasar," paparnya.
Menurut Harits, kecacatan proyek deradikalisasi ini terlihat ketika BNPT mendedah akar (hulu) dari terorisme yang menempatkan ideologi radikal (kelompok radikal Islamis) sebagai penyebab utama (akar) suburnya tindakan dan fenomena terorisme.
"Ini cara pandang yang over simplikasi, terlalu menyederhanakan masalah. Seolah-olah memang benar adanya, bahwa ideologi radikal (atau kelompok Islamis) adalah embrio terorisme di negeri ini. Padahal jika kita mau jujur dan obyektif ada faktor-faktor lain yang aktual dan bahkan kita menemukan benang merahnya (relasi positif) dengan fenomena terorisme," ungkapnya.
Kata Harits, faktor kemiskinan (ekonomi), keterbelakangan (pendidikan), marginalisasi, sikap rezim demokrasi yang represif dan abai dengan urusan rakyat, globalisasi, ketidakadilan dan yang terakhir faktor imperialisme dan dominasi negara Amerika Serikat Cs adalah hal aktual yang menjadi stimulus lahirnya fenomena “terorisme” baik dalam skala global maupun domestik (lokal).
Ia juga mengatakan, konsep dasar BNPT berupaya menutupi faktor imperialisme global penyebab munculnya "terorisme". "BNPT cenderung memanipulasi dan mengkambinghitamkan “Islam Radikal” menjadi “tersangka” dari fenomena terorisme. Karenanya langkah BNPT bisa dibilang sibuk menyelesaikan akibat dan lupa kepada sebab persoalan," pungkas Harits.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktorat Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag menyelenggarakan Workshop Dakwah menangkal gerakan Islam radikal. Kegiatan ini ilaksanakan selama 3 (tiga) hari tanggal 12 s.d 14 Nopember 2012 bertempat di Hotel Millenimum Tanah Abang Jakarta-Pusat.() itoday.co.id

0 komentar:
Posting Komentar