
JAKARTA--Pemanggilan Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap Idris Laena, anggota DPR, yang diduga terlibat tindakan pemerasan terhadap BUMN mulai menemukan titik terang.
Ketua BK M Prakosa usai melakukan pertemuan dengan Dahlan Iskan yang dilanjut dengan Idris, Rabu (21/11), mengatakan bahwa telah diakui adanya pertemuan-pertemuan yang dilakukan Idris dengan direksi PT PAL dan PT Garam.
"Idris memang mengakui pertemuan-pertemuan dengan direksi PT PAL dan PT Garam. Di dalam keterangan diakui ada pertemuan beberapa kali di beberapa tempat dengan direksi. Kami akan mendalami lebih lanjut," kata Prakosa.
Pertemuan-pertemuan seperti yang dipaparkan, ungkap Prakosa, sudah mengarah pada indikasi pelanggaran etika.
Selain itu, BK menerima adanya laporan dari PT PAL yag mengatakan ada lebih dari 20 kali SMS, baik ke direktur utama maupun direktur keuangan.
"Telepon dari Idris sekitar 20 sampai 30 kali. Itu bagian yang akan kami dalami," katanya. Saat ditanya isi SMS itu, BK tidak bisa mempublikasikan.
Prakosa mengakui dari laporan yang diterima BK memang telah terjadi adanya permintaan bagian, tapi hal itu belum sempat terjadi. Jika diperlukan, BK akan melakukan konfrontasi terhadap nama-nama yag disebut.
Untuk besok, Kamis (22/11), BK akan memanggil tiga anggota DPR lainnya guna mengonfirmasikan laporan dari tiga direksi BUMN terkait.() mediaindonesia.com

0 komentar:
Posting Komentar