Oleh: Pangeran Bumi
Kabar terbaru menerangkan bahwa media di Jerman ikut menyemarakkan penghinaan terhadap Islam dan Nabi SAW menyusul media di Perancis dan Pembuatan film yang melecehkan Nabi SAW di Amerika Serikat.
Sedemikian kurang ajarnya negara-negara barat dengan kepongahan dan kesombongan mereka, Nabi SAW dihinakan atas nama kebebasan,HAM dan demokrasi. Peristiwa penghinaan terhadap Islam dan Nabi SAW bukanlah merupakan hal baru. Di masa lalu mereka juga tanpa rasa takut bahkan sekedar toleransi mereka menghinakan Islam dan Nabi SAW melalui pemuatan kartun Nabi SAW atau film yang menghinakan Islam. Termasuk pelecehan mereka terhadap busana muslimah, pembakaran masjid, melempar kotoran ke masjid, melecehkan makna kata-kata syar'i seperti jihad, dll.
Setidaknya ada beberapa motif yang melatarbelakangi upaya negara-negara barat menghinakan Islam dan Nabi SAW.
Motif Ideologi
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Islam merupakan musuh utama negara-negara barat yang menganut ideologi kapitalisme sekuler.
Motif Agama
Secara gamblang atau jelas Al-Qur'an menyatakan kebencian orang-orang kafir terhadap Islam dan kaum muslim. Ditambah lagi paranoidnya kaum nasrani/yahudi/atheis terhadap pesatnya perkembangan dan pertambahan jumlah umat Islam di negara-negara barat
Motif Politik
kepentingan negara-negara barat dan israel dalam mewujudkan keinginan mereka meniscayakan timbulnya kebencian terhadap gerakan politik Islam yang kian menguat di negeri-negeri Islam bahkan umat islam di negar-negara barat. Terlebih adanya gerakan politik yang bersifat massiv di tengah kalangan umat Islam untuk penyatuan umat Islam dalam satu wadah Negara Khilafah Islamiyah. Setidaknya negara-negara barat membentuk sentimen politik umat non Islam untuk menghambat cita-cita umat Islam.
Motif Ekonomi
Meski motif ekonomi sifatnya lemah namun masih bisa ditelisik. Setidaknya melalui pemuatan berita sensasional atau kontroversial kartun Nabi SAW dan melecehkan Islam bisa menaikkan oplah dan mendongkrak popularitas media-media di negara-negara barat.
Dengan demikian, saatnya umat Islam tersadarkan betapa pentingnya kesatuan umat Islam dalam satu institusi politik yaitu negara Khilafah Islamiyah. Sehingga orang-orang kafir dan negara-negara penyokongnya tidak berani melecehkan Islam dan Nabi SAW. Semoga negara Khilafah Islamiyah segera tegak dalam waktu dekat.
Kabar terbaru menerangkan bahwa media di Jerman ikut menyemarakkan penghinaan terhadap Islam dan Nabi SAW menyusul media di Perancis dan Pembuatan film yang melecehkan Nabi SAW di Amerika Serikat.
Sedemikian kurang ajarnya negara-negara barat dengan kepongahan dan kesombongan mereka, Nabi SAW dihinakan atas nama kebebasan,HAM dan demokrasi. Peristiwa penghinaan terhadap Islam dan Nabi SAW bukanlah merupakan hal baru. Di masa lalu mereka juga tanpa rasa takut bahkan sekedar toleransi mereka menghinakan Islam dan Nabi SAW melalui pemuatan kartun Nabi SAW atau film yang menghinakan Islam. Termasuk pelecehan mereka terhadap busana muslimah, pembakaran masjid, melempar kotoran ke masjid, melecehkan makna kata-kata syar'i seperti jihad, dll.
Setidaknya ada beberapa motif yang melatarbelakangi upaya negara-negara barat menghinakan Islam dan Nabi SAW.
Motif Ideologi
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Islam merupakan musuh utama negara-negara barat yang menganut ideologi kapitalisme sekuler.
Motif Agama
Secara gamblang atau jelas Al-Qur'an menyatakan kebencian orang-orang kafir terhadap Islam dan kaum muslim. Ditambah lagi paranoidnya kaum nasrani/yahudi/atheis terhadap pesatnya perkembangan dan pertambahan jumlah umat Islam di negara-negara barat
Motif Politik
kepentingan negara-negara barat dan israel dalam mewujudkan keinginan mereka meniscayakan timbulnya kebencian terhadap gerakan politik Islam yang kian menguat di negeri-negeri Islam bahkan umat islam di negar-negara barat. Terlebih adanya gerakan politik yang bersifat massiv di tengah kalangan umat Islam untuk penyatuan umat Islam dalam satu wadah Negara Khilafah Islamiyah. Setidaknya negara-negara barat membentuk sentimen politik umat non Islam untuk menghambat cita-cita umat Islam.
Motif Ekonomi
Meski motif ekonomi sifatnya lemah namun masih bisa ditelisik. Setidaknya melalui pemuatan berita sensasional atau kontroversial kartun Nabi SAW dan melecehkan Islam bisa menaikkan oplah dan mendongkrak popularitas media-media di negara-negara barat.
Dengan demikian, saatnya umat Islam tersadarkan betapa pentingnya kesatuan umat Islam dalam satu institusi politik yaitu negara Khilafah Islamiyah. Sehingga orang-orang kafir dan negara-negara penyokongnya tidak berani melecehkan Islam dan Nabi SAW. Semoga negara Khilafah Islamiyah segera tegak dalam waktu dekat.

0 komentar:
Posting Komentar