Setelah kemunculan Romo Agus yang membawa aliran Pajajaran Siliwangi Panjalu, kini muncul seorang pria yang mengaku sebagai Imam Mahdi (Juru selamat) di Kampung leuwimalang, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor.
Pria yang mengaku sebagai Imam Mahdi tersebut adalah Muhammad Syahbudin alias Abud. Pria ini juga telah memiliki lebih kurang 150 orang pengikut.
Untuk mengetahui kebenaran datangnya Imam Mahdi itu, Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor dan beberapa ormas setempat memanggil Abud untuk mengetahui ajaran apa yang dibawanya di Kantor Kecamatan Cisarua, Bogor.
Dalam pertemuan tersebut, Abud mengaku mendapatkan gelar Imam Mahdi setelah mendapatkan wangsit dari jin melalui mediasi istrinya. Dirinya juga mengaku pernah meng-Islamkan ratusan jin.
Dihadapan para ulama, Abud bersikukuh bahwa dirinya mendapat wahyu dan seoarang Imam Mahdi. Namun setelah berdebat dan mendapat pemahaman dari para ulama dibantu pihak muspika, Abud akhirnya mengakui salah dan kembali jalan Islam.
Pengakuan Abud kontan menimbulkan reaksi marah dari warga Bogor. Ratusan massa sudah menunggunya di luar kantor kecamatan. Mereka geram dengan pengakuan Abud dan keberadaan ajarannya di lingkungan mereka.
Masa yang emosi bahkan sempat akan memukuli Abud. Beruntung aparat kepolisian dari Polres Bogor bertindak cepat dan langsung membawanya ke mapolres.() sindonews.com
Pria yang mengaku sebagai Imam Mahdi tersebut adalah Muhammad Syahbudin alias Abud. Pria ini juga telah memiliki lebih kurang 150 orang pengikut.
Untuk mengetahui kebenaran datangnya Imam Mahdi itu, Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor dan beberapa ormas setempat memanggil Abud untuk mengetahui ajaran apa yang dibawanya di Kantor Kecamatan Cisarua, Bogor.
Dalam pertemuan tersebut, Abud mengaku mendapatkan gelar Imam Mahdi setelah mendapatkan wangsit dari jin melalui mediasi istrinya. Dirinya juga mengaku pernah meng-Islamkan ratusan jin.
Dihadapan para ulama, Abud bersikukuh bahwa dirinya mendapat wahyu dan seoarang Imam Mahdi. Namun setelah berdebat dan mendapat pemahaman dari para ulama dibantu pihak muspika, Abud akhirnya mengakui salah dan kembali jalan Islam.
Pengakuan Abud kontan menimbulkan reaksi marah dari warga Bogor. Ratusan massa sudah menunggunya di luar kantor kecamatan. Mereka geram dengan pengakuan Abud dan keberadaan ajarannya di lingkungan mereka.
Masa yang emosi bahkan sempat akan memukuli Abud. Beruntung aparat kepolisian dari Polres Bogor bertindak cepat dan langsung membawanya ke mapolres.() sindonews.com


0 komentar:
Posting Komentar